Serapan APBD Mimika Baru 32 Persen, BPKAD Targetkan Peningkatan Mulai Agustus
TMKINFO.ID – Mimika
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menargetkan percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 seiring mulai bergeraknya sejumlah proyek pembangunan fisik.
Dilansir dari ANTARA, Kepala BPKAD Mimika, Marthen Tapi Malissa, menyebut realisasi penyerapan APBD Mimika hingga pekan pertama Agustus 2026 mencapai sekitar 32 persen atau setara dengan Rp1,8 triliun dari total anggaran tahun berjalan sebesar Rp5,6 triliun.
“Penyerapan kita masih di angka 32 persen. Mudah-mudahan dalam bulan Agustus ini banyak pekerjaan fisik yang sudah bisa berjalan agar penyerapan anggaran semakin meningkat,” ujar Marthen di Timika, Jumat.
Menurutnya, keterlambatan pelaksanaan sejumlah kegiatan fisik menjadi salah satu penyebab rendahnya serapan pada awal tahun. Pemerintah daerah sebelumnya melakukan penyesuaian terhadap beberapa rencana pekerjaan akibat kenaikan harga material konstruksi yang dipengaruhi perubahan harga BBM.
Saat ini, sejumlah paket pekerjaan masih dalam tahapan pengadaan, sementara sebagian lainnya telah masuk tahap kontrak dengan penyedia jasa melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah Mimika.
BPKAD berharap kontraktor yang telah memiliki kontrak segera mengajukan pembayaran uang muka pekerjaan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dan berdampak pada peningkatan penyerapan anggaran.
“Harapan kami pihak ketiga yang sudah menetapkan kontrak pekerjaan agar segera melakukan penagihan uang muka kerja sehingga bisa menunjang penyerapan anggaran,” katanya.
Marthen menilai pola penyerapan anggaran di Mimika biasanya meningkat signifikan menjelang akhir tahun. Ia optimistis realisasi APBD 2026 dapat membaik berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya.
“Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, realisasi anggaran kita di Mimika akan sangat tinggi terutama pada triwulan IV sekitar Oktober sampai Desember. Tahun lalu kondisinya hampir sama seperti sekarang dan pada akhirnya penyerapan anggaran kita mencapai 82,14 persen,” ujarnya.
Tahun ini, beberapa OPD dengan porsi anggaran terbesar berada pada sektor pembangunan dan pelayanan dasar, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pendidikan, serta Dinas Kesehatan dengan nilai anggaran masing-masing lebih dari Rp500 miliar.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap percepatan pelaksanaan program dan pekerjaan fisik dapat mendorong peningkatan serapan APBD sekaligus mempercepat manfaat pembangunan bagi masyarakat. (*)









