Polemik Dana Desa 2026 Memanas, Kantor Pemerintah Kabupaten Puncak Rusak dan Terbakar
TMKInfo.Id -Puncak
Aksi protes kepala kampung dan masyarakat terkait berkurangnya alokasi Dana Desa tahun 2026 untuk 206 kampung di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, berujung pada kerusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas pemerintah, Selasa (11/8/2026).
Aksi berlangsung sejak sore hari di sekitar Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Kabupaten Puncak. Massa meminta penjelasan pemerintah daerah terkait perubahan besaran Dana Desa yang diterima kampung dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Bupati Puncak Elvis Tabuni, Sekretaris Daerah Puncak Nenu Tabuni, Kepala Dinas PMK Andreas P. Maruanaya, Kepala BPKAD Ferdinad G.M. Helan, serta unsur TNI dan Polri hadir dalam pertemuan tersebut untuk memberikan penjelasan kepada para kepala kampung dan masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Bupati Elvis Tabuni menjelaskan bahwa berkurangnya Dana Desa berkaitan dengan adanya kebijakan pemerintah pusat, termasuk program Koperasi Desa Merah Putih yang berdampak terhadap alokasi anggaran desa.
“Kami ingin meluruskan terkait kurangnya anggaran Dana Desa yang diterima kepala kampung dan memperjelas dana yang seharusnya diterima. Dana Desa kita dikurangi karena adanya program dari pemerintah pusat seperti Koperasi Merah Putih yang membuat dana desa terpotong-potong,” kata Elvis.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Puncak Nenu Tabuni menyampaikan pemerintah daerah akan membuka ruang dialog bersama seluruh kepala kampung untuk membahas persoalan tersebut.
“Para kepala kampung sekalian, kita akan membuka ruang diskusi atau berdialog besok untuk membahas Anggaran Dana Desa ini. Saya harap para kepala kampung bisa memahami agar kita bisa memberikan pemahaman kepada 206 kepala kampung di wilayah Kabupaten Puncak,” ujarnya.
Namun, situasi kemudian memanas sekitar pukul 17.25 WIT. Sejumlah peserta aksi dilaporkan melakukan pelemparan terhadap Kantor PMK Kabupaten Puncak menggunakan batu.
Aparat keamanan yang berada di lokasi kemudian melakukan pengamanan serta berupaya meredakan situasi. Namun kondisi semakin tidak terkendali hingga Bupati, Sekda, dan aparat keamanan meninggalkan lokasi menuju Markas Polres Puncak untuk pengamanan sekitar pukul 17.43 WIT.
Dalam perkembangan selanjutnya, sejumlah fasilitas pemerintah daerah dilaporkan mengalami kerusakan dan kebakaran.
Kantor Dinas PMK, Dinas Kesehatan, BPKAD, dan Inspektorat Kabupaten Puncak dilaporkan terbakar. Sementara Kantor Kesbangpol mengalami kerusakan, sedangkan api di Kantor BPBD berhasil dipadamkan.
Hingga sekitar pukul 18.05 WIT, situasi di sekitar kompleks perkantoran Kabupaten Puncak masih dalam pemantauan aparat keamanan.
Personel Sat Intelkam Polres Puncak bersama unsur terkait melakukan pendataan terhadap fasilitas pemerintah yang terdampak serta mengumpulkan informasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. (Yusuf)








