Kokonao Jadi Lokasi Awal Kajian IJB tentang Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Koperasi
Mimika Barat, TMKInfo.id
Institut Jambatan Bulan (IJB) memulai kegiatan pengumpulan data lapangan dalam rangka Kajian Model Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Koperasi di Wilayah Terpencil Kabupaten Mimika.
Rombongan tim peneliti yang dipimpin Ketua Tim Peneliti Institut Jambatan Bulan, Dr. Abu Bakar tiba di Kampung Kokonao pada Rabu (19/8/2026). Selanjutnya mulai melakukan kajian pengumpulan data dan sosialisasi, kamis (20/8/2026)
Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah distrik, pemerintah kampung, pengurus koperasi, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta masyarakat setempat.
Kepala Distrik Mimika Barat, Christian P. Warinussi yang menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan kajian oleh tim peneliti Institut Jambatan Bulan.
Menurutnya, keberadaan Koperasi Desa/Kampung Merah Putih di setiap kampung menjadi salah satu potensi penting yang dapat dikembangkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal.
Saat ini, setiap kampung telah memiliki koperasi yang diharapkan mampu menjadi wadah bagi masyarakat dalam mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.
Christian berharap kegiatan pengumpulan data dan sosialisasi yang dilakukan tim peneliti dapat memberikan pemahaman lebih baik kepada pemerintah kampung, pengurus koperasi, maupun masyarakat terkait pengelolaan dan pengembangan koperasi.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Institut Jambatan Bulan yang telah hadir dan melakukan kajian di wilayah Distrik Mimika Barat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengurus koperasi di kampung,” ujar Kepala Distrik Mimika Barat.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Institut Jambatan Bulan, Dr. Abu Bakar menjelaskan bahwa kegiatan di Kokonao merupakan bagian dari rangkaian pengumpulan data lapangan untuk menyusun Kajian Model Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Koperasi di Wilayah Terpencil Kabupaten Mimika.
Tim peneliti yang berjumlah delapan orang tersebut memulai proses pengumpulan data di Distrik Mimika Barat. Selanjutnya, kegiatan akan dilanjutkan ke sejumlah distrik lainnya di Kabupaten Mimika untuk memperoleh informasi yang lebih luas mengenai kondisi koperasi, potensi ekonomi masyarakat, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberdayaan masyarakat di wilayah terpencil.
Menurut Dr. Abu Bakar, kajian tersebut penting dilakukan karena pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu aspek strategis dalam pembangunan daerah. Koperasi dinilai memiliki potensi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi karena prinsip koperasi sejalan dengan nilai kebersamaan, gotong royong, dan kehidupan komunal masyarakat kampung.
“Semangat koperasi pada dasarnya sejalan dengan semangat kebersamaan yang ada dalam masyarakat. Karena itu, melalui kajian ini kami ingin melihat bagaimana koperasi dapat dikembangkan menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kondisi, karakteristik, potensi, dan kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil,” jelas Abu Bakar.
Dalam pelaksanaan kegiatan, tim peneliti melakukan observasi lapangan, sosialisasi, wawancara, serta penggalian informasi bersama pemerintah distrik, pemerintah kampung, pengurus koperasi, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan masyarakat setempat.
Berbagai informasi yang diperoleh dari lapangan akan menjadi bahan dalam mengidentifikasi potensi, kebutuhan, tantangan, serta peluang pengembangan koperasi sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat.
Data tersebut selanjutnya akan dianalisis untuk menjadi dasar penyusunan model pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah terpencil di Kabupaten Mimika.
Institut Jambatan Bulan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Distrik Mimika Barat, Pemerintah Kampung Kokonao, pengurus koperasi, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta seluruh masyarakat Kokonao atas dukungan dan penerimaan terhadap pelaksanaan kegiatan kajian tersebut.
Melalui kajian ini, Institut Jambatan Bulan berharap dapat memberikan kontribusi akademik yang mendukung penguatan koperasi serta mendorong lahirnya model pemberdayaan masyarakat yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat di wilayah-wilayah terpencil Kabupaten Mimika. (*)






