TMKINFO.ID

Rumah Informasi Digital Timika dan Papua Tengah

Darwin Kurnia Rombe Dorong PUPR Percepat Penanganan Jalan Rusak dan Banjir di Mimika

Anggota Komisi IV DPRK Mimika, Darwin Kurnia Rombe

 

TMKInfo.Id – Mimika

Anggota Komisi IV DPRK Mimika, Darwin Kurnia Rombe, menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan dan penanganan banjir saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Jumat (21/8/2026).

Darwin mengatakan, aspirasi tersebut merupakan hasil reses yang telah dilakukan sebanyak dua kali di wilayah pemilihannya, khususnya kawasan Kwamki dan SP2.

Salah satu persoalan yang banyak disampaikan masyarakat yakni kondisi Jalan Baru yang hingga kini belum terselesaikan secara menyeluruh. Menurutnya, kondisi jalan yang masih terputus-putus antara ruas yang baik dan menyempit dapat mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.

“Masyarakat yang ada di wilayah kita ini selalu mempertanyakan, karena jalan yang ada di Jalan Baru ini itu sepotong-sepotong. Ada yang bagus, mengecil. Bagus, mengecil,” ujar Darwin dalam RDP tersebut.

Ia menyebut kondisi tersebut bahkan telah beberapa kali menyebabkan kecelakaan dan menjadi keluhan masyarakat yang terus disampaikan kepada anggota DPRK, khususnya Komisi IV yang menjadi mitra kerja Dinas PUPR.

“Karena kondisinya yang tidak sesuai ini, terkadang terjadi kecelakaan dan masyarakat mengeluhkan ini dan berkali-kali menanyakan kepada kami. Apalagi masyarakat tahu kami di Komisi 4, bermitra dengan PU,” katanya.

Darwin meminta agar pemerintah daerah dapat mempercepat penyelesaian Jalan Baru, termasuk akses menuju Bandara Mozes Kilangin melalui Jalan Petrosea yang menurutnya juga masih belum tersambung secara optimal.

“Harapan kami juga itu bisa dituntaskan kalau bisa di tahun ini juga, agar mobilitas antara orang yang mau ke Jalan Baru, ke SP2 ini tidak mutar terlalu jauh,” jelasnya.

Menurut Darwin, perbaikan akses tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari wajah Kabupaten Mimika karena Jalan Baru merupakan salah satu jalur yang dilalui masyarakat dari luar daerah ketika tiba di Timika.

Selain itu, Darwin juga menyoroti kondisi jalan SP2-SP5, khususnya ruas menuju Karitas yang mengalami kerusakan dan bergelombang. Ia meminta agar pemerintah dapat mempertimbangkan perbaikan melalui program overlay agar kondisi jalan kembali layak digunakan.

“Apakah nanti bisa di-overlay dengan volume yang lebih banyak nantinya, karena beberapa kali juga pada saat kami reses disampaikan bahwa jalannya bergelombang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Darwin juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait persoalan banjir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Mimika, terutama kawasan Kwamki dan SP2 yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi.

Ia berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan program revitalisasi dan normalisasi sungai untuk mengurangi dampak banjir saat musim penghujan.

“Harapan dari masyarakat juga menyampaikan ke kami, kalau bisa banyak revitalisasi sungai di beberapa titik yang ada di wilayah kami, terkhusus di wilayah Kwamki maupun di SP2,” katanya.

Darwin mengungkapkan, selama ini dirinya ikut membantu masyarakat yang terdampak banjir dengan menyediakan alat secara pribadi ketika kondisi membutuhkan penanganan cepat.

“Terkadang juga karena saya prihatin, terpaksa saya sewa alat juga buat mereka. Kalau tidak pakai alat pribadi juga untuk bantu mereka. Dan itu bukan satu-dua, itu ada banyak tempat yang banyak ditangani,” ungkapnya.

Menurutnya, persoalan banjir merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Namun, ia berharap program pemerintah dapat lebih maksimal agar penanganan tidak hanya bersifat sementara.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Dinas PUPR Mimika Inosensius Yoga Pribadi menjelaskan bahwa persoalan Jalan Baru dan akses Petrosea memiliki kendala utama terkait status lahan.

Menurutnya, pemerintah belum dapat melakukan peningkatan secara maksimal karena masih terdapat proses penyelesaian ganti rugi terhadap lahan masyarakat.

“Jalan baru dan Petrosi ini persoalannya hampir sama. Berkaitan dengan status tanah. Jadi belum bisa dimaksimalkan karena harus ada ganti untung yang masyarakat minta yang harus diselesaikan,” jelas Yoga.

Ia juga menyampaikan bahwa sebagian ruas Jalan Baru menuju bandara telah menjadi kewenangan Balai Jalan Nasional, sementara Pemkab Mimika masih menangani bagian yang berkaitan dengan kewenangan daerah.

Terkait jalan SP2-SP5, Yoga menjelaskan pemerintah akan melakukan penanganan secara bertahap. Perbaikan akan dimulai dari ruas Jalan Hasanuddin sebelum dilanjutkan ke kawasan SP2-SP5.

Sementara mengenai banjir, Yoga mengatakan kondisi geografis Mimika yang relatif datar menjadi salah satu faktor yang menyebabkan air sulit mengalir ketika curah hujan tinggi.

Ia menyebut penyempitan sungai akibat pembangunan masyarakat dan sampah menjadi salah satu kendala dalam sistem drainase.

“Kita ketahui bersama di Mimika ini daerahnya rata, jadi ketika curah hujan tinggi kesulitan air untuk menampung di daerah aliran sungai yang sudah ada,” katanya.

Yoga menambahkan, Dinas PUPR juga telah menyiapkan pengadaan alat berat sendiri untuk mendukung proses pengerukan dan penanganan kondisi darurat akibat banjir.

“Jadi kami tidak perlu lagi mencari pihak swasta, Dinas sudah punya alat sendiri untuk bisa membantu melakukan pengerukan ketika terjadi emergency atau darurat,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *