TMKINFO.ID

Rumah Informasi Digital Timika dan Papua Tengah

Karel Gwijangge Tutup Usia, Tinggalkan Jejak Pengabdian 22 Tahun di Legislatif Mimika

Paripurna penghormatan dan pelepasan jenaza Karel Gwijangge.

TMKInfo — Kepergian Wakil Ketua II DPRK Mimika, Karel Gwijangge, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, jajaran legislatif, pemerintah daerah, hingga masyarakat Mimika.

Penghormatan terakhir diberikan DPRK Mimika melalui rapat paripurna istimewa yang digelar di Gedung DPRK Mimika, Senin (7/9/2026). Jenazah almarhum dilepas dalam prosesi penghormatan setelah Karel meninggal dunia usai menjalani perawatan dalam waktu cukup panjang.

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, mengungkapkan Karel Gwijangge meninggal dunia pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 01.45 WIT. Sebelum meninggal, almarhum disebut telah menjalani proses pengobatan dan perawatan intensif selama kurang lebih dua tahun.

“Atas nama dewan dan sekretariat, kami turut berduka cita. Kepergian almarhum bukan hanya menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Mimika,” ujar Primus.

Primus menilai Karel bukan sekadar menjalankan fungsi politiknya sebagai anggota dewan. Selama masa pengabdiannya, almarhum dikenal memiliki komitmen terhadap masyarakat serta tetap menunjukkan sikap rendah hati dalam menjalankan tugas.

Ia mengatakan perjuangan Karel menjalankan amanah sebagai wakil rakyat di tengah kondisi kesehatan yang menurun menjadi bagian penting dari keteladanan almarhum.

“Keteguhan beliau di tengah perjuangan melawan sakit adalah teladan nyata tentang pengabdian tanpa batas,” katanya.

Bupati Mimika Johannes Rettob dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan penghormatan atas perjalanan hidup dan pengabdian Karel Gwijangge.

Bagi Rettob, Karel merupakan salah satu putra terbaik yang telah menghabiskan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk kepentingan masyarakat Mimika.

“Kepergian almarhum merupakan kehilangan bagi kita semua,” kata bupati.

Rettob menuturkan, kiprah Karel di dunia legislatif bukanlah perjalanan singkat. Almarhum tercatat menjalani empat periode pengabdian sebagai anggota lembaga legislatif Mimika sejak 2004.

Perjalanan tersebut kemudian berakhir dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menduduki posisi Wakil Ketua II DPRK Mimika periode 2024-2029.

Menurut Rettob, berbagai proses pembangunan dan pelayanan publik di Mimika tidak terlepas dari kontribusi Karel selama menjalankan tugas sebagai anggota legislatif.

“Almarhum telah betul-betul melakukan tugas dan tanggung jawabnya. Dalam pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat, semua proses pembangunan di daerah ini akan menjadi bagian yang tidak mudah kita lupakan,” ujarnya.

Selain dikenal aktif menyuarakan pandangan, Karel juga memiliki karakter komunikasi yang khas. Rettob mengenang almarhum sebagai pribadi yang kritis ketika melihat persoalan, namun tidak menyampaikannya dengan cara yang keras.

“Beliau orang yang berpikir kritis, tetapi orangnya lembut. Apabila ada hal yang tidak sesuai, beliau menyampaikannya dengan cara yang sangat halus,” ucapnya.

Karena itu, Rettob menyebut kepergian Karel bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, melainkan juga bagi pemerintahan dan DPRK Mimika.

“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan penghormatan atas seluruh pengabdian dan jasa-jasa beliau bagi daerah ini dan kepentingan pelayanan masyarakat,” katanya.

Karel Gwijangge lahir di Nduga pada 8 Mei 1970. Ia merupakan putra pertama dari pasangan Yulas Gwijangge dan Oritkwe Nirigi dari enam bersaudara.

Dalam kehidupan keluarganya, almarhum meninggalkan istri, Banny Haluk, bersama 10 orang anak dan dua orang cucu.

Pendidikan dasar ditempuh Karel di SD YPPGI Mapenduma hingga lulus pada 1985. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Kelila dan menyelesaikannya pada 1988.

Pendidikan menengah kemudian ditempuh di SMK Kotaraja Dalam dan selesai pada 1991. Karel selanjutnya melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Cenderawasih dan memperoleh gelar sarjana pada 2015.

Sebelum masuk ke dunia politik praktis, Karel telah aktif dalam kegiatan kelembagaan masyarakat. Ia tercatat menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Pengembangan Masyarakat Irian Jaya (LPMI) selama periode 1997-2021.

Karier politiknya dimulai ketika ia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Mimika periode 2004-2009. Pada periode tersebut, Karel dipercaya menjadi Ketua Fraksi Partai Buruh.

Kepercayaan kembali diberikan kepadanya pada periode 2009-2014 dengan jabatan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Mimika.

Pada periode 2014-2019, Karel kembali duduk sebagai anggota DPRD Mimika melalui PDI Perjuangan.

Tidak berhenti di sana, pada periode 2019-2024 ia dipercaya memimpin Badan Legislasi DPRD Kabupaten Mimika.

Hingga periode terakhir, Karel kembali mendapat mandat politik sebagai Wakil Ketua II DPRK Mimika periode 2024-2029 dari PDI Perjuangan untuk Daerah Pemilihan IV.

Di balik perjalanan politiknya, Karel juga menjalani perjuangan panjang menghadapi masalah kesehatan.

Sejak 2022, kondisi kesehatannya mulai terganggu sehingga harus menjalani pengobatan secara rutin. Namun, keadaan tersebut tidak langsung membuatnya meninggalkan aktivitas sebagai wakil rakyat.

Pada 29 Oktober 2024, Karel mendapat perawatan di RSUD Mimika. Tidak lama berselang, pada 17 November 2024, ia menjalani pengobatan lanjutan di Penang, Malaysia.

Perawatan kembali dilakukan di RSUD Mimika pada Agustus 2025. Pada bulan berikutnya, almarhum dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Siloam.

Upaya pengobatan kembali dilakukan di Penang, Malaysia, pada Februari 2026. Karel menjalani perawatan selama lebih dari dua pekan sebelum kembali ke Indonesia.

Pada Maret 2026, ia kembali menjalani perawatan di Jakarta, tepatnya di MMC Kuningan.

Rangkaian pengobatan tersebut menjadi bagian dari perjuangan panjang Karel menghadapi penyakit yang dideritanya. Saat menjalani perawatan di RSUD Mimika, almarhum diketahui didiagnosis mengalami gagal ginjal stadium 4.

Namun, perjuangan tersebut akhirnya berakhir pada Sabtu (5/9/2026). Sekitar pukul 01.45 WIT, Karel Gwijangge mengembuskan napas terakhir.

Kepergian Karel menutup perjalanan panjang seorang politisi yang telah menghabiskan lebih dari dua dekade di lembaga legislatif Mimika.

Namanya tidak hanya tercatat dalam perjalanan politik daerah, tetapi juga dalam berbagai proses pembangunan dan perjuangan menyuarakan kepentingan masyarakat.

Kini, amanah sebagai Wakil Ketua II DPRK Mimika yang sebelumnya diembannya meninggalkan ruang kosong di lembaga legislatif. Bagi keluarga, kolega, pemerintah, dan masyarakat Mimika, Karel Gwijangge meninggalkan warisan pengabdian yang akan dikenang. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *