TMKINFO.ID

Rumah Informasi Digital Timika dan Papua Tengah

340 Warga Diperiksa, Dinkes Mimika Temukan 15 Suspek Frambusia

MIMIKA, TMKInfo.Id – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melalui Bidang Pengendalian Penyakit (P2) mengintensifkan pelacakan dan penemuan kasus frambusia di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Mimika.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Manasari dan Puskesmas Atuka dengan sasaran utama masyarakat, khususnya anak usia di bawah 15 tahun.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Mimika, Linus Dumatubun, mengatakan intensifikasi dilakukan untuk memperkuat penemuan kasus secara aktif sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program pengendalian frambusia di wilayah kerja Puskesmas pesisir.

“Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pendampingan dan pencarian kasus frambusia secara aktif di lapangan, sekaligus melakukan evaluasi terhadap program frambusia di wilayah kerja Puskesmas pesisir,” ujar Linus, Senin (21/9/2026)

Ia menjelaskan pelacakan dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Manasari berlangsung pada 10–13 September 2026. Dari pemeriksaan terhadap 119 orang, petugas menemukan tiga orang yang masuk kategori suspek frambusia.

Sementara di wilayah kerja Puskesmas Atuka, kegiatan dilaksanakan pada 17–20 September 2026. Sebanyak 221 orang menjalani pemeriksaan dan 12 orang di antaranya ditemukan sebagai suspek frambusia.

Dengan demikian, total 340 orang telah diperiksa dalam rangkaian kegiatan intensifikasi tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 15 orang ditemukan masuk kategori suspek.

Linus menjelaskan, kelompok anak usia di bawah 15 tahun menjadi salah satu sasaran penting dalam penemuan kasus frambusia secara aktif.

Menurutnya, temuan suspek di lapangan menjadi bagian dari proses pengendalian penyakit dan selanjutnya perlu ditindaklanjuti sesuai prosedur pelayanan serta pemeriksaan kesehatan yang berlaku.

Dinas Kesehatan Mimika melalui Puskesmas di wilayah pesisir juga terus mendorong penguatan surveilans dan keterlibatan petugas kesehatan dalam melakukan penemuan kasus secara lebih dini.

Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat pengendalian frambusia di Kabupaten Mimika, terutama di wilayah pesisir yang memiliki tantangan geografis dalam pelaksanaan pelayanan dan pemantauan kesehatan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *