TMKINFO.ID

Rumah Informasi Digital Timika dan Papua Tengah

Cegah Konflik Antarsuku, Perempuan Bangsa Dorong Penguatan Pemberdayaan Masyarakat

TIMIKA, TMKInfo.id – Ketua DPW Perempuan Bangsa, Yuliana Amisim, menilai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat perlu menjadi bagian penting dalam upaya mencegah konflik antarsuku di Kabupaten Mimika.

Menurut Yuliana, konflik antarsuku tidak selalu dipicu oleh perbedaan identitas, sejarah, maupun kepentingan. Dalam situasi tertentu, konflik juga dapat berkembang akibat minimnya aktivitas positif, terbatasnya kesempatan ekonomi, kurangnya ruang interaksi yang sehat, serta pembangunan yang belum melibatkan masyarakat secara langsung.

“Ketika masyarakat hidup tanpa aktivitas produktif dan merasa tidak memiliki masa depan yang jelas, tekanan sosial dan psikologis dapat meningkat. Kekecewaan itu bisa berkembang menjadi iri, kecemburuan sosial, frustrasi, dendam, dan saling tidak percaya,” ujarnya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut apabila tidak dikelola dengan baik dapat berkembang menjadi persoalan sosial yang memperbesar potensi konflik di tengah masyarakat.

Karena itu, Yuliana mendorong pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan menjadikan pembangunan sebagai salah satu instrumen untuk menciptakan perdamaian.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya diposisikan sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi harus diberikan ruang untuk terlibat dan menjadi bagian dari proses pembangunan.

“Pendidikan, olahraga, kegiatan kepemudaan, pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, kegiatan sosial, serta penciptaan lapangan kerja harus diperbanyak. Ini penting terutama bagi generasi muda,” katanya.

Yuliana menilai, semakin banyak ruang bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan positif, semakin besar pula peluang untuk mengarahkan energi sosial yang berpotensi menjadi konflik menjadi kekuatan dalam membangun daerah.

“Membangun masyarakat berarti membangun perdamaian. Menciptakan kesempatan berarti mengurangi frustrasi. Melibatkan masyarakat berarti menciptakan rasa memiliki. Dan memberikan masa depan kepada generasi muda berarti mencegah mereka mewarisi konflik,” tegasnya.

Ia berharap arah pembangunan di Mimika ke depan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan ekonomi, serta menyediakan ruang yang sehat bagi masyarakat untuk berkembang.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan tidak hanya diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi dalam menciptakan kehidupan sosial yang aman, harmonis, dan damai di Kabupaten Mimika. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *