Aksi di DPRK Mimika, KNPB Soroti Dampak Konflik dan Nasib Pengungsi Papua
TMKINFO.ID — TIMIKA
Ratusan massa dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Mimika mendatangi Kantor DPRK Mimika untuk menyampaikan aspirasi terkait situasi keamanan dan kemanusiaan di sejumlah wilayah Papua, dalam aksi damai yang berlangsung, Selasa (12/8/2026).
Dilansir dari PenaPapua Aksi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRK Mimika Primus Natikapareyau, Wakil Ketua I DPRK Mimika Asri Akas, serta sejumlah anggota DPRK Mimika.
Dalam penyampaian aspirasi, massa meminta pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kondisi masyarakat sipil yang terdampak konflik, termasuk warga yang masih berada di lokasi pengungsian akibat situasi keamanan di sejumlah daerah.
Salah satu perwakilan massa aksi meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk memastikan masyarakat sipil mendapatkan perlindungan dan dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
“Pemerintah tolong tarik anggota kembali ke Jakarta. Dan segera kembalikan pengungsi yang ada di hutan,” ujar salah satu peserta aksi.
Selain persoalan keamanan, massa juga menyoroti pentingnya penghormatan terhadap masyarakat Papua sebagai bagian dari upaya membangun perdamaian.
Mereka menyampaikan bahwa tanah Papua memiliki nilai historis, budaya, dan spiritual bagi masyarakat asli Papua yang harus menjadi perhatian dalam setiap kebijakan pemerintah.
“Tanah ini Tuhan ciptakan kita, Alkitab ini Tuhan yang berfirman, bukan manusia,” kata peserta aksi.
Ketua KNPB Wilayah Mimika, Yanto Awerkion, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa persoalan Papua tidak dapat hanya dilihat dari aspek keamanan, tetapi juga harus memperhatikan aspek kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat.
“Papua darurat militer dan kemanusiaan,” ujar Yanto.
Menurutnya, konflik yang terjadi selama ini telah memberikan dampak terhadap masyarakat sipil, baik orang asli Papua maupun masyarakat lainnya yang berada di wilayah terdampak.
Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam konflik, baik kelompok bersenjata maupun aparat keamanan, mengedepankan upaya penyelesaian secara damai.
“Kami minta kepada TPNPB dan TNI-Polri mencari solusi. Bukan saja saling serang atau baku perang, tetapi mencari solusi damai,” katanya.
Yanto menegaskan masyarakat sipil tidak boleh menjadi korban dalam setiap dinamika konflik yang terjadi di Papua.
“Kita tidak mengorbankan orang Papua sebagai pemilik tanah, tidak mengorbankan orang non-Papua,” ujarnya.
Selain itu, KNPB juga menyinggung persoalan perlakuan terhadap masyarakat Papua dan meminta pemerintah memastikan adanya kesetaraan serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat.
“Kami mengharapkan harus ada damai di atas tanah ini, jangan lagi ada korban jiwa,” tegasnya.
Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Massa berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan perhatian pemerintah dalam merumuskan langkah penyelesaian konflik Papua yang mengedepankan dialog, perlindungan masyarakat sipil, dan perdamaian. (*)








