TMKINFO.ID

Rumah Informasi Digital Timika dan Papua Tengah

TNI Tempuh Medan Ekstrem Salurkan Dua Ton Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Kekeringan di Puncak

TNI Tempuh Medan Ekstrem Salurkan Dua Ton Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Kekeringan di Puncak

TMKINFO.ID – Prajurit Komando Operasi (Koops) TNI Habema harus menghadapi medan berat untuk memastikan bantuan pangan tiba di tangan masyarakat terdampak kekeringan ekstrem di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.


Sebanyak dua ton bantuan bahan pangan disalurkan kepada warga di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi pada Sabtu (1/8/2026). Proses distribusi dilakukan dengan penuh tantangan karena kondisi geografis wilayah pegunungan yang sulit dijangkau.


Keterbatasan lokasi pendaratan pesawat membuat bantuan tidak dapat langsung diterima di kampung tujuan. Logistik harus diturunkan di titik tertentu yang berjarak puluhan kilometer dari permukiman warga.
Dari lokasi tersebut, para prajurit membawa bantuan dengan berjalan kaki melewati medan terjal berupa lereng curam, lembah, sungai, hingga jalur pegunungan yang licin akibat cuaca ekstrem.


Prajurit Koops Habema menyebut misi kemanusiaan tersebut bukan hanya tugas pendistribusian bantuan, tetapi juga membutuhkan ketahanan fisik dan keberanian karena akses menuju wilayah terdampak sangat terbatas.


“Kondisi medan yang ekstrem, cuaca yang tidak menentu, dan keterbatasan akses tidak menjadi alasan bagi kami untuk berhenti. Kami memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujar salah satu personel seperti dikutip dari ANTARA.


Selama perjalanan, personel juga harus menghadapi perubahan cuaca yang cepat, mulai dari kabut tebal, hujan, suhu dingin, hingga ancaman longsor di sejumlah titik jalur pegunungan.
Bantuan yang diberikan berupa paket sembako yang terdiri dari beras, mie instan, gula, susu untuk bayi dan anak-anak, serta obat-obatan. Seluruh kebutuhan tersebut dikirim menggunakan transportasi udara sebagai jalur tercepat menuju wilayah pegunungan yang terisolasi.


Menurut Stefie, keberhasilan distribusi bantuan tersebut menjadi bukti kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang mengalami dampak kekeringan dan krisis pangan.
“Kehadiran TNI bukan hanya sekadar menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas kesulitan yang dihadapi masyarakat Papua,” katanya.


Warga di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi diketahui telah mengalami kekeringan serta kelangkaan bahan pangan sejak Juni 2026. Kondisi tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan hasil pertanian menurun dan persediaan makanan masyarakat semakin terbatas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *