TMKINFO.ID

Rumah Informasi Digital Timika dan Papua Tengah

PT Freeport Kenang Tujuh Pekerja dalam Insiden GBC

Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas. Foto: Screenshot Chanel Youtube PTFI

TMKInfo.Id – Tembagapura
PT Freeport Indonesia menyampaikan penghormatan kepada tujuh karyawan yang meninggal dunia akibat insiden luncuran material basah di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Tembagapura, Senin (17/8/2026).

Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, insiden tersebut menjadi salah satu ujian terberat yang dihadapi perusahaan selama hampir 60 tahun beroperasi di tanah Papua.

“Keluarga besar Freeport yang saya cintai, selama hampir enam puluh tahun keberadaan kita di tanah Papua yang kita cintai, berbagai ujian dan cobaan telah kita hadapi, menjajal ketabahan dan ketangguhan kita,” ujar Tony dalam amanatnya.

Menurut Tony, salah satu ujian paling berat yang masih segar dalam ingatan seluruh keluarga besar Freeport Indonesia adalah insiden luncuran material basah di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave pada 8 September 2025, sebuah peristiwa yang meninggalkan luka dan duka mendalam bagi perusahaan.

Ketujuh pekerja yang meninggal dunia dalam insiden tersebut yakni Balisang Telile, Dadang Hermanto, Holong Silaban, Irawan, Victor Ballesteros, Wigih Hartono, dan Zaverius Magai.

Dalam pidatonya, Tony mengajak seluruh keluarga besar Freeport Indonesia untuk mengenang para pekerja yang telah berpulang dengan penuh rasa hormat.

“Jasa, dedikasi, dan pengabdian mereka akan senantiasa menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan dan sejarah perusahaan ini,” ujar Tony.

Ia menegaskan, kehilangan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh insan Freeport Indonesia bahwa setiap pencapaian dan keberhasilan operasional hanya memiliki makna apabila seluruh pekerja yang menjalankan kegiatan operasional perusahaan berada dalam kondisi aman dan selamat.

“Keselamatan bukan hanya sekadar nilai perusahaan, melainkan nilai yang harus hidup dalam setiap keputusan kita,” kata Tony.

Ia juga menyampaikan bahwa tidak ada hal yang lebih berharga dibandingkan keselamatan jiwa manusia dalam menjalankan seluruh aktivitas operasional perusahaan.

Sesaat setelah insiden terjadi, Freeport Indonesia menghentikan seluruh kegiatan operasional perusahaan dan memfokuskan upaya pada pencarian para pekerja yang terjebak.

Tony mengatakan pengalaman tersebut menjadi penguat komitmen perusahaan untuk membangun budaya keselamatan kerja yang semakin kuat, disiplin, dan saling mengingatkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *