TMKINFO.ID

Rumah Informasi Digital Timika dan Papua Tengah

Aksi Unjuk Rasa memperingati New York Agreement di Jayapura Sempat Ricuh, Tujuh Polisi Dirawat di Rumah Sakit

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus Maclarimboen

TMKInfo – Jayapura
Aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah wilayah Kota Jayapura, Papua, Senin (3/8/2026) sempat diwarnai kericuhan. Sebanyak tujuh personel kepolisian dilaporkan mengalami luka dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara.

Aksi tersebut digelar oleh massa yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Massa terkonsentrasi di beberapa lokasi, antara lain Abepura, Expo Waena, dan Perumnas 3.

Kericuhan dilaporkan terjadi di kawasan Perumnas 3 dan Expo Waena, Distrik Heram. Situasi kemudian dapat dikendalikan setelah aparat gabungan melakukan pengamanan di sejumlah titik.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus Maclarimboen mengatakan, tujuh anggota kepolisian mengalami luka saat menjalankan tugas pengamanan aksi.

“Ketujuh personel sudah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara dan sedang menjalani rawat inap,” kata Fredrickus saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Menurut Fredrickus, luka yang dialami personel antara lain berupa memar dan cedera akibat benturan, lemparan batu, serta terinjak ketika petugas berusaha mengendalikan massa.

Untuk mengamankan jalannya aksi dan menjaga aktivitas masyarakat tetap berlangsung, Polresta Jayapura Kota mengerahkan sekitar 1.560 personel gabungan ke sejumlah lokasi yang menjadi titik konsentrasi massa.

Fredrickus mengatakan pengamanan dilakukan dengan mengutamakan pendekatan persuasif dan terukur. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah meluasnya gangguan keamanan sekaligus menjaga agar kegiatan masyarakat tetap berjalan.

Setelah menyampaikan aspirasi, massa secara bertahap meninggalkan lokasi. Kondisi di sejumlah kawasan Kota Jayapura kemudian berangsur kondusif dan aktivitas masyarakat kembali berlangsung normal.

Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, khususnya informasi yang beredar melalui media sosial.

“Kita berharap masyarakat tidak terprovokasi. Situasi sudah berangsur baik, silakan beraktivitas seperti biasa. Masalah keamanan adalah tanggung jawab bersama, mari kita sama-sama berkontribusi menjaga keamanan Kota Jayapura,” ujar Fredrickus. (Yusuf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *